Keuangan Pribadi vs Keuangan Usaha

Keuangan Pribadi vs Keuangan Usaha

Category : Finance

Ada pelaku UMKM yang beranggapan bahwa tidak perlu memonitor perkembangan usaha karena hasil dari usaha adalah untuk kebutuhan pribadi sehari-hari, asal pemasukan lebih besar dari belanja sudah cukup.

Dari persepsi diatas pada

akhirnya akan memunculkan tidak adanya perbedaan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Hal ini yang kemudian mempersulit, dan hampir tidak mungkin menelusuri dan membedakan mana transaksi pengeluaran untuk keperluan pribadi dan mana transaksi untuk keperluan usaha. Untuk dapat mengetahui perkembangan usaha melalui laporan keuangan, pertama-tama harus dipisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha untuk tertip dan teraturnya pembukuan, catatan yang terpisah akan menunjuk dengan jelas dan benar mana komponen usaha, dan mana komoponen pribadi.

Memisahkan keuangan usaha dan pribadi membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Dengan tidak terpisahnya keuangan pribadi dan usaha berakibat pada perhitungan keuntungan atau kerugian pada akhir periode, yaitu nilainya tidak bisa riil karena sudah terpotong berbagai pengambilan pribadi yang bisa jadi belum tercatat. Selain itu alokasi anggaran untuk operasional usaha menjadi kacau karena tiap periode tidak ada biaya yang sifatnya tetap, hal ini tentu akan menganggu operasional usaha misalnya kekurangan dana untuk belanja bahan baku, dll.

Jika keuangan pribadi dan usaha terpisah, maka secara pembukuan semua pengeluaran mempunyai kategori yang jelas serta tidak dapat diambil begitu saja untuk pribadi karena sudah teralokasi sejak awal. Hal inilah yang mendukung penggunaan dana lebih efektif dan efisien.

Pada perusahaan kecil milik keluarga, biasanya banyak anggota keluarga yang mempunyai hak mengambil uang dari kas, selain itu beberapa pemilik usaha enggan melakukan pemisahan dan pencatatan karena minalai terlalu repot atau tidak tahu caranya. Banyak yang menganggap jika usahanya masih kecil tidak memerlukan pemisahan keuangan, Padahal hal ini adalah kesalahan utama yang bisa mengganggu arus kas usaha.

Akibat tidak memisahkan keuangan untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan usaha, beberapa UKM tidak mengalami kemajuan yang berarti, meskipun sudah berdiri lebih dari satu tahun. Sebut saja misalnya yang terjadi pada Resureksi, Sahabat Jaya Katering, serta MixMax Shop, dua jenis usaha dengan omzet perbulan mencapai lebih dari 10 juta rupiah per bulan, namun tidak ada hasil yang nampak untuk pengembangan usaha, pemilik tetap bersusah-payah mengerjakan semuanya sendiri dan dari mulai mendirikan usaha hingga saat ini tidak ada perkembangan yang berarti pada usaha yang dijalankan, baik dari sisi aset maupun modal.

Ketidak terpisahan antara keuangan pribadi dan usaha merupakan salah-satu kelemahan mendasar yang disebabkan tidak disiplin dalam membedakan dana pribadi dengan dana usaha. Hasilnya, catatan keuangan menjadi kacau.

Kelemahan tersebut  biasanya merupakan “penyakit” utama UKM. Uang pribadi sering disamakan dengan uang modal usaha. Padahal untuk menunjukkan kualitas suatu usaha, sang pemilik usaha harus tertib dan disiplin dalam mencatat laporan keuangannya dengan memisahkan “dana usaha” dari penggunaan pribadi.

Jika pemisahan itu tidak dilakukan, neraca perusahaan tersebut tidak dapat men-cerminkan kondisi sebenarnya karena aset pribadi bercampur dengan modal.

Dilihat dari sisi perkembangan usaha, UKM yang telah secara tertib dan disiplin memisahkan dana pribadi dan modal usaha maka akan terlihat jauh berbeda perkembangannya. Apa yang terjadi pada CV Sawoong misalnya, dimulai dari mencatat semua transaksi dengan tertib, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, CV Sawoong dapat menganalisa keadaan keuangannya sendiri. Mengetahui posisi keuangannya yang meningkat setiap periode. Aset dan modal CV Sawoong meningkat setiap peiode sehingga kini pengelola usaha telah mengupayakan membuka jenis usaha baru dengan bidang yang mendukung usaha pertama.

Jika pada awalnya Sawoong hanya menjual produk yang dibeli dari pihak lain, kini sudah merintis untuk membuka usaha produksi kaos dan asesoris, selain untuk memenuhi kebutuhan Sawoong Outlet, juga untuk memenuhi pesanan khusus beberapa pelanggan. Selain itu, dengan laporan keuangan yang real dan dapat dipertanggungjawabkan, CV Sawoong telah meraih kepercayaan beberapa bank untuk menyalurkan kredit, dengan demikian masalah modal teratasi.

Dalam kasus CV Sawoong, karena keuangan usaha selalu secara disiplin dipisahkan dari keuangan pribadi, modal usaha senantiasa meningkat seiring keuntungan yang meningkat pula. Dengan modal yang terus meningkat, area pemasaran dapat terus diperluas, strategi promosi terus diperbaiki. Kini CV Sawoong telah mempeker-jakan 14 orang karyawan, mempunyai rumah produksi sendiri yang sedang dalam proses untuk menjadi unit usaha yang terpisah.

Bukan hanya transaksi keuangan yang harusnya dipisah antara pribadi dan usaha. Pemisahan juga seharusnya dilakukan antara harta usaha dan harta pribadi. Hal ini agar pemilik usaha dapat mudah melakukan pengawasan atau kontrol terhadap harta yang sudah diinvestasikan dalam usahanya tersebut. Juga untuk menghindari potensi pengakuan harta usaha sebagai harta pribadi, ini sangat riskan bagi pemilik usaha yang tidak memiliki modal atau harta usaha yang besar. Semakin pemilik usaha menganggap harta usaha sebagai harta pribadi maka ada kecenderungan untuk menggunakan diluar kepentingan usaha. Jika harta yang seharusnya digunakan untuk usaha ternyata lebih sering digunakan untuk kepentingan pribadi diluar usaha maka tentu saja akan berdampak tidak baik bagi kelangsungan usaha.

Dengan adanya pemisahan uang atau harta untuk usaha dan harta pribadi, pemilik usaha bisa dengan mudah mengetahui bagaimana perkembangan uang yang sudah diinvestasikan dalam usaha. Semua pelaku usaha pasti menginginkan perkembangan yang bagus pada usaha yang telah dirintis, namun jika ternyata hasil usaha lebih banyak untuk belanja pribadi, kecil kemungkinan usahanya akan berkembang, bahkan sangat mungkin mengalami kebangkrutan.

Au Kamaa Qoola (Seperti Yang Mereka Katakan)

 

 


Leave a Reply